Relief & Ukiran

Arca Nandi dan Arca Makara.

  • Arca di sebelah kiri (kepala hewan) → sangat mirip dengan arca Nandi, yaitu lembu suci sebagai wahana (kendaraan) Dewa Siwa dalam tradisi Hindu. Nandi biasanya ditempatkan menghadap lingga atau area pemujaan Siwa.

  • Arca di sebelah kanan (wajah dengan mata menonjol) → kemungkinan adalah arca Makara atau Kala.

    • Makara: makhluk mitologi penjaga gerbang, sering dipahat di sisi tangga atau pintu masuk candi.

    • Kala: sosok raksasa penolak bala yang biasanya dipahat di atas pintu candi.

Pancuran Suci

  • Bentuk Ornamen

    • Pada dinding batu terdapat pahatan motif sulur dan makara.

    • Pola spiral dan lengkungan tersebut khas ornamen Hindu-Buddha, melambangkan air suci (tirta amerta) sebagai sumber kehidupan.

    Fungsi

    • Situs ini merupakan petirtaan atau tempat pancuran air suci.

    • Dalam kepercayaan Hindu-Buddha Jawa, air dari petirtaan digunakan untuk ritual penyucian dan dianggap memiliki kekuatan spiritual.

    • Lokasinya biasanya dekat dengan mata air, tempat pertapaan, atau area sakral lain.

    Konteks Sejarah

    • Petirtaan Ngawonggo diduga peninggalan era Majapahit (abad 13–15 M), ketika tradisi petirtaan berkembang pesat di Jawa Timur.

    • Peninggalan serupa dapat ditemukan di Petirtaan Jolotundo (Mojokerto) dan Petirtaan Belahan.

    • Walaupun bentuknya sederhana, pahatan ini menegaskan peran penting air dalam spiritualitas masyarakat Jawa kuno.

Arca Kala

Bentuk Ornamen

  • Pahatan terlihat seperti wajah dengan rongga mata, hidung, dan mulut.

  • Ini kemungkinan adalah arca Kala (raksasa penolak bala) yang ditempatkan sebagai sumber air, atau makara sebagai penjaga pancuran.

  • Kehadiran lumut dan aliran air menambah kesan alami sekaligus sakral.

Fungsi

  • Air yang keluar dari mulut atau bagian wajah arca dianggap tirta amerta (air kehidupan) dalam tradisi Hindu-Buddha.

  • Biasanya digunakan untuk ritual penyucian (mandi suci, membersihkan diri, atau upacara keagamaan).

  • Dalam kepercayaan lokal, air ini sering dianggap air suci yang membawa berkah dan keselamatan.

Konteks Sejarah

  • Pahatan semacam ini sering ditemukan di petirtaan peninggalan Majapahit, misalnya di Jolotundo atau Belahan.

  • Arca Kala atau makara sebagai pancuran melambangkan bahwa air bukan hanya unsur alam, tetapi juga bagian dari kekuatan kosmis yang melindungi umat manusia.

© 2025 PKM_RSH_UMM – Situs Partirtaan Nawonggo